Minggu, November 15, 2009

Ummi

Ummi..
Membelai jantungku... kau..
Tancapkan cinta di dadaku... kau...
Semaikan iman di lorong gelapku... kau..

Ummi..
Hadirku bersama fitrahku
Kau tak coreng putih itu
Dengan kau tenggelamkan ku
Dalam puncak keletihan iman
Yang mewabah dari ujung ke ujung bumi
Kau tak benamkanku dalam kubangan-kubangan nista
Bersama para hewan dungu yang buta
Kau tak lemparkan ku
Dalam api ketamakan
Bak sang kera sang durja

Ummi,
Nalurimu.. naluri fitri
Dzikir itu menyatu dalam ruas-ruas jarimu
Seperti diorama Yang menghubungkan ku
kepada Sang Malik al-Quddus

Ummi..
Merapatlah... !
Akulah refleksi dari jiwamu
Akulah harapan, akulah impian

Ummi,
Lihatlah...
Air matamu tlah mewujudkan senyummu
Petuahmu tlah menjadi doktrin arah kakiku
Do’a mu mengarahkan narasi riwayat hayatku

Ummi..
Terimalah peluk haruku
Dekap aku bersama jiwaku... bersama imanku
Belai aku dengan jemari tasbihmu
Bisikan aku dengan dzikir-dzikir rindu Ilahi

Tambun, 2009 Do’a Syukur

Seperti biru langit tanpa awan
Seperti biru laut tanpa ombak
Bersih... tenang...

Tersadar pada hakikat ku
Yang lalu kusam tertutup debu-debu jalan
Kini ku gapai makrifatku
Keniscayaan hamba yang ittiba
Sami’na wa atho’na
Atas wahyu...
Atas sabda Sang utusan

Ku tutup buku yang lalu
Dan biar tersimpan
Menjadi roman picisan

Aku bertafakur
Dengan paradigma hamba yang bersyukur
Menata kebun hati
Dan menebang pohon-pohon khuldi
yang menyesatkan

nun jauh di hadapku
nampak sungai-sungai susu dan madu
yang membuatku mengharu... rindu
dengan pesona khas surgawi

aku ingin keabadian itu !!

maka Kau tetapkan dalam jantungku
desiran darah-darah zuhud atas ketauhidan
sebab syetan mengintip
dari balik nafsu ku

Ya... Muqollibal Quluub
Tsabbit Qolbi ‘alaa Diinik..

Tambun, 2009

0 komentar:

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | free samples without surveys